03 May 2009
Pilpres Putaran Kedua
Namun di lihat dari pemberitaan akan ada kemungkinan terjaring 3 calon pasangan Capres-Cawapres. Dan jika hal itu terjadi maka kemungkinan besar pemilihan presiden akan dilakukan hingga putaran kedua, karena dengan adanya 3 pasangan Capres-Cawapres, pemenangnya akan sulit mencapai 50+1.
Jadi siap2 deh rakyat melawan kejenuhan.
27 April 2009
PLTSa Di Bandung
Solusinya pemkot Bandung berencana membuat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Namun rencana itu mendapat penolakan dari sebagian masyarakat, terutama yang berdekatan dengan rencana dibangunnya PLTSa tsb.
Selain itu beberapa pakar lingkungan juga mengkhawatirkan pembangunan PLTSa di Bandung, mengingat Bandung adalah sebuah cekungan yang bisa membuat polusi udara yang dikeluarkan PLTSa akan berputar di kawasan itu saja.
Namun salah seorang tim ahli Feasibility Study PLTSa mengatakan keberadaan Sebuah PLTSa tidak akan berbahaya bagi lingkungan sekitar selama penanganan fly ash (deau terbang) dan zat pencemar lainnya benar.
Untuk mengatasi fly ash, sistem PLTSa tsb sudah dilengkapi dengan bag filter yang berfungsi untuk mencegah keluarnya fly ash ke udara.
Untuk menghilangkan zat-zat pencemar udara lainnya berupa zat asam seperti sulfur, SOx, dan dioksin mereka menyediakan Circulating Fluidized Bed (CFB) boiler untuk mengurangi emisi kesemuanya.
Rupanya terjadi perbedaan persepsi dari kedua kelompok yang pro dan kontra, kita lihat saja perkembanganya.
21 April 2009
Makanan Pikiran
08 April 2009
Stìglitz, IMF Dan Bank Dunia
Maka tidak heran jika ia tahu betul tentang kelicikan IMF dan Bank Dunia.
Dalam bukunya yang berjudul "Globalization and Discontents" yang beredar tahun 2002, ia membuka kebusukan IMF dan Bank Dunia. Ia memaparkan kedua lembaga yang berada di bawah kendali AS dan negara barat lainya cenderung mendiktekan keinginan mereka, seolah-olah merekalah yang paling kondisi negara yang akan dibantu, sehingga merekalah yang paling layak menentukan obatnya.
Celakanya, obat yang diberikan IMF cenderung sama untuk setiap negara, meski permasalahanya berbeda.
Setiap negara yang membutuhkan bantuan selalu diminta melakukan liberalisasi di semua lìni, demi apa yang mereka namakan globalisasi, subsidi dilarang, bea masuk diturunkan sampai nol persen, perusahaan asing dibolehkan masuk di seluruh nadi perekonomian, sebaliknya AS justru menghalalkan subsidi dan mencegah barang asing masuk.
Indonesia salah satu negara yang terjerat dalam jebakan IMF, indikasinya adalah banyaknya BUMN dan Bank-bank swasta besar yang dikuasai oleh asing.
Stìglizt aja udah buka kartu, betapa liciknya IMF, maka tidakkah terpikir oleh para pengambil kebijakan di bidang ekonomi untuk mengkaji ulang kebijakan-kebijakan yang pro kepada kedua lembaga ekonomi internasional tersebut.

-707178.jpg)
