Meskipun Aku tinggal di Cimahi, tapi aku mempunyai ikatan emosional dengan kota Bandung, karena selain letaknya memang berdampingan dengan Kota Cimahi, Bandung juga adalah tempat kelahiranku.
Maka tak heran aku juga selalu memperhatikan perkembangan kota ini selain perkembangan kota dimana aku tinggal Cimahi.
Bandung yang merupakan ibu kota propinsi Jawa Barat dengan ketinggian 656m dari permukaan laut dan dikelilingi oleh pegunungan.
Bandung terletak 180 km tenggara Jakarta, ibu kota Indonesia, dan dapat dicapai selama 15 menit melalui udara atau 3 jam melalui darat, bahkan setelah dioperasikanya jalan Tol Cipularang perjalanan darat dapat ditempuh hanya dalam waktu dua jam saja.
Kata "Bandung" berasal dari bahasa sunda yang berarti Waduk (Bendungan) yang dikelilingi oleh pegunungan. Bendungan tersebut secara bertahap mengering dan berdirilah sebuah kota yang kemudian disebut Bandung.
Kota ini telah melalui perjalanan panjang dalam sejarah, sempat mencapai masa gemilang ketika dikenal sebagai "Paris Van Java", dan Kota Kembang" pada akhir abad ke-19 dan permulaan abad 20. Bandung juga terkenal dengan Bandung Lautan Apinya pada 24 maret 1946, kemudian pada april 1955, Bandung menjadi tempat diadakanya Konferensi Asia Afrika.
Sekarang ini Bandung tumbuh pesat menjadi Kota Metropolitan dengan jumlah penduduk hampir mendekati angka 3 juta. Pembangunan industri dan infastruktur terus berkembang.
Namun efek negatif dari pembangunan mulai terasa, Bandung menjadi sesak dan padat, dijalanan kemacetan sudah menjadi hal biasa, suhu udara makin meningkat dan ketika musim hujan, banjirpun datang.
Pembangunan memang perlu di tengah perkembangan jaman seperti ini, tetapi hendaklah juga memperhatikan lingkungan agar pembangunan tidak menimbulkan eék negatif yang terlalu besar bagi kota, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan pada warganya.
12 November 2009
10 November 2009
Perokok Sulit Dapatkan Anak Laki?
Pernah dengar berita ini ga? Seorang perokok sulit dapatkan anak lelaki, inilah untuk pertama kalinya jenis kelamin bayi yg lahir dihubungkan dgn kebiasaan merokok.
Penelitian dilakukan terhadap 5000 wanita Jepang perokok yg berangan2 memiliki anak.
Dr 11.815 kelahiran yg tercatat kmudian dipisahkan ke dlm bbrapa klompok sesuai klompok penelitian, perbandingan bayi lelaki dan prempuan utk masing2 klompok jg dicatat.
Hasilnya, jk ke2 ortu tdk mrokok, peluang memperoleh bayi lelaki 55 %, sdngkan jk ke2 ortu mrokok lbh dr 20 batang per hari, peluangnya turun menjd 45%.
Lalu meski sang ayah termsk perokok ringan, pluang memperoleh bayi laki2 jg lbh sdikit.
Percaya atau ngga, terserah kalian aja, tinggal liat aja diskitar kita, ttangga kita, atau bhkan kita sndiri, apakah ada ksamaan dgn hasil penelitian di Jepang tersebut.
Tapi tidak mutlak klo kebiasaan mrokok dpt mempengaruhi jenis kelamin bayi yg baru lahir, karena ditempatku ada suami istri yg keduanya perokok tapi ke 4 anaknya justru laki semua.
Penelitian dilakukan terhadap 5000 wanita Jepang perokok yg berangan2 memiliki anak.
Dr 11.815 kelahiran yg tercatat kmudian dipisahkan ke dlm bbrapa klompok sesuai klompok penelitian, perbandingan bayi lelaki dan prempuan utk masing2 klompok jg dicatat.
Hasilnya, jk ke2 ortu tdk mrokok, peluang memperoleh bayi lelaki 55 %, sdngkan jk ke2 ortu mrokok lbh dr 20 batang per hari, peluangnya turun menjd 45%.
Lalu meski sang ayah termsk perokok ringan, pluang memperoleh bayi laki2 jg lbh sdikit.
Percaya atau ngga, terserah kalian aja, tinggal liat aja diskitar kita, ttangga kita, atau bhkan kita sndiri, apakah ada ksamaan dgn hasil penelitian di Jepang tersebut.
Tapi tidak mutlak klo kebiasaan mrokok dpt mempengaruhi jenis kelamin bayi yg baru lahir, karena ditempatku ada suami istri yg keduanya perokok tapi ke 4 anaknya justru laki semua.
09 November 2009
Sungai Di Kota dan Sungai Di Desa
"mengalir sungai-sungai plastik jantung kota, menjadi hiasan yang harusnya tak ada..."
Beberapa kalimat di atas adalah penggalan lagu dari Iwan Fals yang menggambarkan sudah banyaknya sungai2 di kota2 yang tercemar oleh sampah.
Demikian pula sungai di kota Bandung seperti sungai Cikapundung.
Walaupun berbagai upaya telah dilakukan, tetap saja sampah2 masih saja menghiasinya.
Bukan sebuah utopis sebenarnya kalau Bandung dan kota2 lain di Indonesia bisa membuat sungai menjadi bersih seperti sungai2 di Singapura.
Namun yang sulit itu merubah kebiasaan masyarakat yang selalu membuang sampah ke sungai.
Tentu saja ini menjadi tanggungjawab pemerintah dalam mengelola kebersihan sungai. Namun selain itu dibutuhkan juga kesadaran dari masyarakat itu sendiri.
Sementara sungai-sungai di Desa nasibnya masih lebih baik, karena masih banyak yang bisa digunakan untuk mandi, mencuci, bahkan sarana bermain anak-anak meskipun airnya pun tidak terlalu jernih.
Beberapa kalimat di atas adalah penggalan lagu dari Iwan Fals yang menggambarkan sudah banyaknya sungai2 di kota2 yang tercemar oleh sampah.
Demikian pula sungai di kota Bandung seperti sungai Cikapundung.
Walaupun berbagai upaya telah dilakukan, tetap saja sampah2 masih saja menghiasinya.
Bukan sebuah utopis sebenarnya kalau Bandung dan kota2 lain di Indonesia bisa membuat sungai menjadi bersih seperti sungai2 di Singapura.
Namun yang sulit itu merubah kebiasaan masyarakat yang selalu membuang sampah ke sungai.
Tentu saja ini menjadi tanggungjawab pemerintah dalam mengelola kebersihan sungai. Namun selain itu dibutuhkan juga kesadaran dari masyarakat itu sendiri.
Sementara sungai-sungai di Desa nasibnya masih lebih baik, karena masih banyak yang bisa digunakan untuk mandi, mencuci, bahkan sarana bermain anak-anak meskipun airnya pun tidak terlalu jernih.
07 November 2009
Jl. Braga Bandung
Jalan Braga adalah jalan paling populer di Kota Bandung. Jalan yang mengesankan, karena banyak menyimpan kenangan manis dan pahit dalam hidupku.
Dulu dìkawasan Jl.Braga ini serasa di eropa! Banyak bule- bule alias turis lalu lalang di kawasan ini, makanya dulu Bandung sempat mendapat julukan Paris Van Java.
Banyak pula gedung2 tua bersejarah di jalan braga ini, bercampur dengan gedung2 modern seperti Braga City Walk dll.
Restaurant Braga Permai tak banyak berubah bentuknya, mungkin yg berubah para pengunjungnya yg tak seramai dulu. Aku pernah makan dan ngopi di restaurant itu, mumpung di traktir oleh saudaraku, dan yg lebih mengesankan meja-meja disekelilingku ditempati oleh turis-turis manca negara!
Toko-toko souvenir begitu dominan menghiasi jalan ini untuk memanjakan hoby belanja para turis.
Jalan Braga saat ini agak berbeda, bule2 tak begitu banyak berlalu lalang berganti dengan kemacetan yang kerap terjadi di jalan ini.
Dulu dìkawasan Jl.Braga ini serasa di eropa! Banyak bule- bule alias turis lalu lalang di kawasan ini, makanya dulu Bandung sempat mendapat julukan Paris Van Java.
Banyak pula gedung2 tua bersejarah di jalan braga ini, bercampur dengan gedung2 modern seperti Braga City Walk dll.
Restaurant Braga Permai tak banyak berubah bentuknya, mungkin yg berubah para pengunjungnya yg tak seramai dulu. Aku pernah makan dan ngopi di restaurant itu, mumpung di traktir oleh saudaraku, dan yg lebih mengesankan meja-meja disekelilingku ditempati oleh turis-turis manca negara!
Toko-toko souvenir begitu dominan menghiasi jalan ini untuk memanjakan hoby belanja para turis.
Jalan Braga saat ini agak berbeda, bule2 tak begitu banyak berlalu lalang berganti dengan kemacetan yang kerap terjadi di jalan ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)
