Dulu dalam sistem tata surya kita mengenal nama 9 planet, yakni,
Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan
Pluto. Namun sejak tanggal 25 Agustus 2006 pada sidang umum
International Astronomical Union ke 26 di Kota Praha, Pluto
dikeluarkan dari sistem tata surya karena tidak mencukupi kriteria
sebagai sebuah planet, Pluto diturunkan statusnya dalam kategori
Planet kerdil bersama xenia dan asteroid ceres. Dengan begitu status
sebagai planet terjauh dari matahari yang sempat disandang oleh Pluto
kini dipegang oleh Neptunus yang berjarak dari matahari sekitar
4.497,0 juta km.
Berikut ini daftar Planet-planet dan jaraknya dari Matahari dalam
sistem tata surya sejak 25 Agustus 2006 diurut dari yang terjauh:
1. Neptunus, jarak dari Matahari 4.497,0 juta km.
2. Uranus, jarak dari Matahari 2.871,0 juta km.
3. Saturnus, jarak dari Matahari 1.427,0 juta km.
4. Jupiter, jarak dari Matahari 778,9 juta km.
5. Mars, jarak dari Matahari 227,9 juta km.
6. Bumi, jarak dari Matahari 149,6 juta km.
7. Venus, jarak dari Matahari 108,2 juta km.
8. Merkurius, jarak dari Matahari 57,9 juta km.
09 May 2012
29 April 2012
Bahaya Sampah Plastik
Plastik memang praktis digunakan untuk berbagai kegiatan dan usaha
dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai produk, kemasan produk dan
tentu saja sebagai kantong untuk membawa berbagai macam produk barang.
Namun setelah menjadi sampah, bahan plastik ini bisa membahayakan
kehidupan manusia baik itu jaogka pendek maupun dalam jangka panjang,
mari kita simak bahaya apa saja yang bisa dimunculkan oleh sampah
plastik ini:
- Kesuburan tanah dapat menurun jika terdapat sampah plastik yang
tertimbun karena akan menghalangi sirkulasi udara dan ruang gerak
mahluk bawah tanah yang mampu menyuburkan tanah, dan mengganggu jalur
air yang tentu saja bisa mengakibatkan banjir.
- Racun sampah plastik dapat membunuh hewan-hewan pengurai dalam tanah.
- pembakaran sampah plastik pun dapat mencemari udara karena
mengandung gas beracun seperti dioxin yang jika terhirup oleh manusia
dapat memicu kanker dan melemahkan kekebalan tubuh.
-makanan yang terbungkus plastik dapat terkontaminasi karena plastik
tersusun dari polimer.
dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai produk, kemasan produk dan
tentu saja sebagai kantong untuk membawa berbagai macam produk barang.
Namun setelah menjadi sampah, bahan plastik ini bisa membahayakan
kehidupan manusia baik itu jaogka pendek maupun dalam jangka panjang,
mari kita simak bahaya apa saja yang bisa dimunculkan oleh sampah
plastik ini:
- Kesuburan tanah dapat menurun jika terdapat sampah plastik yang
tertimbun karena akan menghalangi sirkulasi udara dan ruang gerak
mahluk bawah tanah yang mampu menyuburkan tanah, dan mengganggu jalur
air yang tentu saja bisa mengakibatkan banjir.
- Racun sampah plastik dapat membunuh hewan-hewan pengurai dalam tanah.
- pembakaran sampah plastik pun dapat mencemari udara karena
mengandung gas beracun seperti dioxin yang jika terhirup oleh manusia
dapat memicu kanker dan melemahkan kekebalan tubuh.
-makanan yang terbungkus plastik dapat terkontaminasi karena plastik
tersusun dari polimer.
24 April 2012
Kekuasaan ALLAH Di Balik Fenomena Alam
Tengah malam itu langit hitam mencurahkan air begitu lebatnya,
membasahi bumi tempat di mana aku tinggal. tak jarang kilatan petir
dan suaranya yang menggelegar semakin membuat suasana semakin
mencekam. aku yang masih belum bisa memejamkan mata terpaku dengan
pikiran menerawang, ada rasa takut dalam diriku, gemuruh hujan yang
cukup lama dan gelegar halilintar yang begitu dekat kudengar
berkali-kali, membuat hatiku bergetar. Dì saat seperti itu baru aku
teringat akan dosa-dosa yang telah ku perbuat, yang kadang jarang
teringat pada suasana yang dipandang normal oleh orang pada umumnya.
Aku takut jika tiba-tiba petir itu menyambar tempat tinggalku hingga
menghanguskanku juga, atau air yang datang berlebihan itu
menenggelamkan tempat tinggalku sehingga merepotkan atau bahkan
menghanyutkanku. Sepertinya itu sebuah phobia berlebihan walau
faktanya banyak terjadi di daerah lain. Memang secara geografis tempat
di mana aku tinggal ini termasuk aman dari bencana banjir besar, tapi
maut dan bencana bisa terjadi kapan saja dan melalui jalan apa saja.
Suasana tengah malam tersebut bisa jadi sebuah peringatan dan
sekaligus pengingat akan kekuasaan Allah SWT, yang karena
kekuasaan-Nya itu Allah bisa saja menurunkan bencana melalui fenomena
alam yang diciptakan-Nya.
membasahi bumi tempat di mana aku tinggal. tak jarang kilatan petir
dan suaranya yang menggelegar semakin membuat suasana semakin
mencekam. aku yang masih belum bisa memejamkan mata terpaku dengan
pikiran menerawang, ada rasa takut dalam diriku, gemuruh hujan yang
cukup lama dan gelegar halilintar yang begitu dekat kudengar
berkali-kali, membuat hatiku bergetar. Dì saat seperti itu baru aku
teringat akan dosa-dosa yang telah ku perbuat, yang kadang jarang
teringat pada suasana yang dipandang normal oleh orang pada umumnya.
Aku takut jika tiba-tiba petir itu menyambar tempat tinggalku hingga
menghanguskanku juga, atau air yang datang berlebihan itu
menenggelamkan tempat tinggalku sehingga merepotkan atau bahkan
menghanyutkanku. Sepertinya itu sebuah phobia berlebihan walau
faktanya banyak terjadi di daerah lain. Memang secara geografis tempat
di mana aku tinggal ini termasuk aman dari bencana banjir besar, tapi
maut dan bencana bisa terjadi kapan saja dan melalui jalan apa saja.
Suasana tengah malam tersebut bisa jadi sebuah peringatan dan
sekaligus pengingat akan kekuasaan Allah SWT, yang karena
kekuasaan-Nya itu Allah bisa saja menurunkan bencana melalui fenomena
alam yang diciptakan-Nya.
17 April 2012
Cadangan Minyak Indonesia Semakin Menipis
Indonesia harus bersiap-siap menghadapi krisis minyak jika tidak
segera mengantisipasi semakin tipisnya cadangan minyak Indonesia.
Menurut catatan Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas)
cadangan minyak Indonesia sekarang ini diperkirakan sekitar 3,9 miliar
barel atau hanya cukup untuk 12 tahun lagi, dengan asumsi tidak
ditemukan lagi sumur baru. Kemampuan Indonesia memproduksi minyak
adalah 900.000 barel per hari atau 300 juta barel per tahun tidak
sebanding dengan konsumsi yang lebih besar pada kisaran 8 persen.
segera mengantisipasi semakin tipisnya cadangan minyak Indonesia.
Menurut catatan Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas)
cadangan minyak Indonesia sekarang ini diperkirakan sekitar 3,9 miliar
barel atau hanya cukup untuk 12 tahun lagi, dengan asumsi tidak
ditemukan lagi sumur baru. Kemampuan Indonesia memproduksi minyak
adalah 900.000 barel per hari atau 300 juta barel per tahun tidak
sebanding dengan konsumsi yang lebih besar pada kisaran 8 persen.
Banyak pengamat yang mengatakan bahwa UU No 22 tahun 2001 tentang
Minyak dan Gas Bumi menjadi penyebab semakin menipisnya cadangan
minyak Indonesia karena dinilai tidak aspiratif.
Solusinya tentu saja dengan menemukan sumur-sumur baru dan penghematan
konsumsi minyak, antara lain mencari atau menciptakan alternatif lain
untuk mengganti bahan bakar minyak dengan bahan bakar lainnya yang
sebenarnya telah banyak dicoba oleh para ahli seperti bahan bakar yang
berasal dari sawit.
Subscribe to:
Posts (Atom)
